Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2012

Rame-rame Shekh Arab Beli Club Sepakbola Dunia

Arabian Soccer

Rame-rame Shekh Arab Beli Club Sepakbola Dunia | Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling diminati di dunia. Bahkan kepopulerannya sangat cepat dan sampai ke pelosok daerah terpencil. Olahraga yang satu ini dianggap sebagai salah satu gaya hidup dan bahkan tuntunan hidup (baca: agama). Namun, ada yang tidak bisa dipisahkan dari sepak bola yaitu perputaran uang untuk membeli pemain-pemain hebat sehingga sepak bola tidak bisa berkembang tanpa adanya gelontoran milyaran bahkan triliyunan rupiah menurut anggapan yang sudah mendunia. Dan dunia sepak bola tidak bisa dipisahkan dari adanya aksi-aksi superstar di lapangan hijau.
Kucuran dana yang besar dari orang-orang kaya yang menjadi pemilik sebuah club menjadi pemicu prestasi dalam sepak bola. Hal tersebut dapat terlihat dari salah satu club di inggris, Manchester City yang juara Primera Liga Inggris musim 2011-2012 setelah secara dramatis menang 3-2 atas QPR. Tampilnya Syaikh Mansyur sebagai pemilik the citizen (julukan Manchester City) membuat motivasi tersendiri bagi para pemain.

Dengan dana yang besar, maka seorang pelatih bebas membeli pemain yang disukai untuk masuk ke dalam skuad teamnya sehingga membuat persaingan antara MU dengan MC semakin menarik. Bahkan julukan tetangga yang berisik semakin menjadi-jadi. Hal tersebut telah dibuktikan oleh pelatih Roberto Mancini dan pelatih PSG di Perancis.

Tren Timur Tengah dan Rusia

Invasi orang-orang terkaya Timur Tengah dan Rusia ke club-club eropa telah membangkitkan persepakbolaan dan menjadikan club tersebut semakin disegani. Syekh Mansour mengawali trend Arab ke sepak bola eropa. Sejak mengambil alih Manchester City dari tangan Thaksin Sinawatra menjadikan club inggris tersebut semakin berisik dan telah meraih dua trofi yaitu Piala FA dan yang paling fenomenal adalah saat meraih Juara Liga Inggris 2012 setelah penantian 44 tahun lamanya. Dengan memborong pemain hebat seperti Kun Aguero dan Samir Nasri serta memecahkan rekor transfer di Liga Inggris, City menjelma menjadi team yang hebat.

Syeikh Mansyur

Jejak langkah Syekh Mansour diikuti oleh Syekh Abdullah dari Qatar yang membeli Malaga, dan juga memborong pemain-pemain kelas dunia seperti Ruud Van Nistelroy, Jeremi Baptista, Martin Demichelis dan Joaquin Sanches yang telah menghabiskan dana 80 juta pound. Dengan suntikan dana yang lumayan besar menjadikan Malaga musim ini sedikit berbicara banyak di Liga Spanyol, meski belum setenar Real Madrid dan Barcelona. Sedang Getafe yang dibeli oleh Syekh Butti (UEA) baru mendatangkan yang biasa saja. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan di musim mendatang akan mendatangkan juga pemain-pemain berbakat lainnya.

Sukses Syekh Mansour banyak menjadi inspirasi orang Arab lainnya. Kalau di Inggris dan Spanyol telah ‘dirasuki’ syekh Arab, maka club Perancis pun tidak ketinggalan. Paris St. Germany kemudian diambil alih oleh Syekh Tamin dari Qatar yang menjadikan club PSG semakin menggurita. Dan para pesaingannya pun tercengang ketika diperkuat pelatih Carlo Anceloti dan pemain-pemain bintang. Selain invasi orang-orang kaya Arab ke eropa mereka juga memboyong mantan pemain hebat yang beralih profesi ke liga timur tengah seperti Maradona dan Carlos Dunga serta pelatih hebat lainnya.

Hal berbeda juga dilakukan orang Rusia. Abramovic bertindak sebagai bisnisman dengan membeli Chelsea dan melontorkan dana yang luar biasa sehingga Chelsea kini bisa disejajarkan dengan club elit Eropa lainnya seperti Real Madri, Munchen, AC Milan, Juventus dan club elit lainnya. Meski bukan orang pertama membeli club, akan tetapi Abramovic tampil sebagai sosok yang mempopulerkan trend kepemilikan club di Eropa dari kalangan orang-orang Rusia.

Munculnya trend kepemilikan club dari daratan Timur Tengah dan Rusia tidak ada maksud lain untuk memperkenalkan ketenaran dan juga memicu kebangkitan serta bisnis sepak bola di kedua daratan tersebut. Karena selama ini club maupun sepak bola timur tengah dan Rusia belum bisa berbicara banyak di tingkat dunia dibandingkan dengan Eropa dan Amerika.

Sepak Bola Indonesia

Kemajuan sepak bola Indonesia masih di bawah rata-rata dan kini menempati peringkat 150-an. Hal tersebut disebabkan karena adanya pembinaan yang kurang merata di seluruh penjuru negeri. Dan faktor lainnya adalah kompetisi antar sesama club belum dikelola secara profesional.

Selain itu, dualisme liga dan perseturuan yang tiada henti di PSSI semestinya bisa teratasi dengan mengolah manajemen pertandingan yang tidak carut-marut. Semua oknum yang diberi wewenang di tubuh PSSI harus menunjukkan sikap profesionalismenya dengan tidak mengorbankan kepentingan sepak bola nasional di atas kepentingan pribadi dan egonya semata. Adanya 2 kepengurusan sepak bola nasional menambah masalah sekaligus semakin ‘membunuh’ kemajuan sepak bola nasional. Dualisme Liga dan kepengurusan harus segera dihapuskan demi sebuah prestasi yang gemilang.

Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah silih bergantinya pelatih kepala dan belum satu pun pelatih handal yang dikontrak untuk menunggangi Timnas. Namun apapun yang terjadi dengan Timnas, akan tetapi antusias masyarakat ‘penggila’ bola tetap optimis akan kemajuan di masa yang akan datang mengingat bibit pemain negeri ini luar biasa.

Petinggi PSSI harus mau belajar dari rezim sebelumnya yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Jangan ada lagi kata perseteruan dan segera bersatu demi sebuah harapan menuju prestasi yang dapat dibanggakan.

Mandiri Tanpa APBD

Dan kebanyakan sebuah team sepak bola di Indonesia tergantung kepada APBD. Club sepak bola seharusnya tidak tergantung kepada APBD sebab Anggaran Pendapatan dan Pendapatan (APBD) dipergunakan untuk sebesar-besarnya demi kesejahteraan rakyat. Olehnya itu, club harus mencari sponsor dan pengusaha untuk menumbuhkan bisnis sepak bola nasional. Dan kalau saja sepak bola di Indonesia maju pesat dan tidak ditunggangi oleh orang-orang yang hanya mencari kepentingan sesaat, maka tidak menutup kemungkinan orang-orang kaya timur tengah akan membeli club elit yang ada di Indonesia. Dan kalau demikian, maka dari segi bisnis dan prestasi club maupun Timnas akan semakin berprestasi. Mari bahu-membahu memajukan sepak bola nasional dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan kelompok!

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21365/sepak-bola-dan-uang/
readmore »»  

Rabu, 10 Oktober 2012

5 Pemain Sepakbola Berbadan Pendek

5 Pemain Sepakbola Berbadan Pendek | Jika saja, penjaga gawang membutuhkan postur tubuh tinggi sebagai salah satu penunjang kesuksesannya, tidak bagi pemain. Yang utama dibutuhkan bagi seorang pemain sepak bola tentu saja skill mumpuni. Postur tubuh tinggi bisa jadi hanyalah keahlian yang kesekian, atau mungkin bisa diabaikan. Sebagai contoh, Saya menuliskan pemain sepak bola sukses yang postur tubuhnya terbilang pendek untuk ukuran Eropa atau benua Amerika seperti di bawah ini.

1. Diego Armando Maradona (Argentina)


Siapa tak kenal maestro sepak bola yang dianggap sebagai pemain nomor 1 di dunia ini. Teknik mengolah bola ala Maradona adalah yang terbaik di Dunia. Namun kepiawaiannya mengolah si kulit bundar oleh beberapa pengamat lantaran, Maradona hanya berpostur tubuh 165 cm saja. Berbagai macam kontroversi selalu mengiringi perjalanan kariernya baik saat menjadi pemain maupun setelah menjadi pelatih. Karier terbaiknya ketika mempersembahkan gelar Piala Dunia 1986 Meksiko dengan mengalahkan Jerman 3-2 di partai final. Di turnamen itu pula Maradona melakukan golhand of god ke gawang Inggris yang akhirnya dianggap sebagai public enemy oleh masyarakat negeri Ratu Elizabeth. Beberapa gerakan trademark Maradona diantaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Ia juga dikenal sebagai pengambil tendangan bebas yang akurat dan mematikan. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, bahkan jika bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.

Maradona memiliki fisik yang kekar dan kuat dalam menghadapi permainan fisik yang keras. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-driblle bola. Maradona adalah pengatur serangan dan seorang yang bermain untuk timnya, selain itu dia juga mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Keahliannya yang tinggi dalam menguasai bola, membuatnya mudah melewati para penjaganya.

2. Romario Faria (Brasil)


Romario Faria juga merupakan pesepakbola yang hanya memiliki tinggi hanya 169cm. Namun saat berada di dalam kotak penalti, kekurangannya dari postur tubuhnya tergantikan dengan naluri golnya yang tajam. Gelar juara Piala Dunia 1994 bisa Romario persembahkan untuk negaranya Brasil, sekaligus dinyatakan sebagai pemain terbaik dunia saat itu. Sedikitnya 12 klub pernah menggunakan jasanya dan rata-rata pernah diberikannya gelar terhormat baik untuk kompetisi maupun di ajang turnamen.

Romario adalah aktor utama Brazil saat memenangkan gelar juara dunia 1994. Dia termasuk salah satu dari sedikit striker di dunia yang mampu mencetak lebih dari 1000 gol sepanjang karirnya (selain Pele dan Puskas). Meski menurut catatan FIFA, jumlah gol resmi Romario 'cuma' 929 karena pertandingan dari sepakbola junior dan friendly match tidak dihitung. Berapapun jumlahnya, catatan ini tetap luar biasa dan tak bisa dibantah bahwa Romario tetaplah salah satu striker terbaik di dunia

3. Thomas Hassler (Jerman)


Sangat beruntung Jerman punya playmaker sekelas Thomas Hassler. Walaupun postur tubuhnya yang hanya 166cm terbilang minim dibanding rekan-rekan satu timnya di timnas Jerman, namun prestasinya sangat maksimal. Bersama Hassler, Der Panzer berhasil merebut gelar Juara Piala Dunia 1990 dan merupakan yang ketiga kalinya. Hassler juga pernah membal tujuh klub ternama baik di Bundesliga Jerman dan Seri-A Liga Italia. Gelar pribadi pernah dirasakan Hassler dengan merebut pemain terbaik Jerman pada 1989 dan 1992 dan peraih penghargaan perunggu dunia pada tahun 1992.

4. Roberto Carlos (Brasil)


Talenta pesepak bola Brasil memang tak pernah ada habisnya. Walaupun postur tubuhnya rata-rata tidak begitu tinggi, namun penampilannya banyak yang luar biasa. Termasuk Roberto Carlos yang hanya memiliki tinggi 168cm. Brasil menjadi tim dengan pertahanan terkuat saat Carlos ada didalamnya. Terbukti di Piala Dunia 2002, saat Brasil merebut gelar Piala Dunia untuk kelimakalinya. Carlos juga merupakan salah seorang pemain pemilik canonball terbaik. Secara individu Carlos juga pernah dinobatkan sebagai pemain belakang terbaik dunia (2002), meraih sepatu emas (2008), masuk tim All-Star Dunia 1998, 2002, UEFA Team of The Year (2002, 2003) dan 100 pemain terbaik FIFA.

Hingga kini belum ada yang menandingi kombinasi abilitas shooting, speed, balance, dan dribling yang dimiliki Roberto Carlos. Sejak dia pensiun dari Brazil , sangat sulit untuk mencari penggantinya. Roberto Carlos memiliki bakat alami seorang bek kiri yang cepat dan kokoh di balik postur tubuhnya yang di bawah rata-rata.

5. Lionel Messi (Argentina)


Skillnya paling komplet. Dijuluki New Maradona dan dianggap sebagai pemain sepak bola terbaik abad ini merupakan sederet pujian bagi Lional Andres Messi atau di daratan Spanyol akrab disapa Leo Messi. Porturnya yang hanya mencapai 169cm, berbanding terbalik dengan tingginya prestasi pemain yang kini membela Barcelona ini. Secara individu prestasi yang telah disematkan kepadanya bisa jadi paling banyak dari pemain lainnya yang pernah ada. Bahkan semua itu masih mungkin bertamah lantaran usianya masih muda. Barcelona sangat beruntung memilikinya, karena bersama Messi berbagai gelar terasa sangat mudah dicapai. Sudah 17 gelar berada di lemari El Barca sejak Messi ada di dalam. Sayang prestasi bersama timnas Argentina masih belum maksimal. Messi baru mempersembahkan gelar Piala Dunia U-20 dan Medali emas Olimpiade 2008. Jika saja Messi bisa mempersembahkan gelar Piala Dunia, nama Maradona sebagai legenda nomor 1 Argentina bisa tergeser.

Pemain yang dikenal dengan julukan mesiah ini pernah menderita ganguan hormon pertumbuhan, namun itu tidak membatasi bakat yang dia miliki. Untuk era sekarang, Messi telah masuk jajaran pesepakbola elite. Kini dia tengah merintis jalan untuk mensejajarkan diri, atau bahkan mungkin melewati, apa yang telah diraih oleh legenda Diego Maradona. | 5 Pemain Sepakbola Berbadan Pendek.

sumber :
http://uniknya.com/2011/12/16/5-pesepakbola-bertubuh-pendek-yang-sukses/#.UHXtNy4xpWc
http://17-football.blogspot.com/2012/03/10-pemain-sepak-bola-bertubuh-rendah.html

Image source :
http://userserve-ak.last.fm/serve/252/499678.jpg
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/09/23/76898_romario_641_452.jpg
http://www.tz-online.de/bilder/2009/01/29/64041/2098151348-icke_475px.9.jpg
http://arenaku.com/wp-content/uploads/2011/02/roberto-carlos-300x216.jpg
http://koranku.net/wp-content/uploads/2012/07/Lionel-Messi-Foto-7.jpg
readmore »»  

Selasa, 09 Oktober 2012

Sejarah Singkat Sepak Bola Wanita

Sejarah Singkat Sepak Bola Wanita | SEPAK bola modern memang menjadi dominasi pria. Baru di akhir abad ke-20, sepak bola wanita mulai marak, bahkan akhirnya punya Piala Dunia pertama kalinya pada tahun 1991.
Namun, sebenarnya sejarah sepak bola wanita sudah ada sejak lama dilakukan masyarakat Cina. Meski sepak bola modern ditemukan Inggris, sebenarnya permainan sepak bola memang sudah ada di China sejak lama. Khusus wanita, permainan menyepak bola itu sudah dilakukan para wanita China pada tahun 25, atau tepatnya pada Dinasti Donghan (25-220).

Setelah itu, sepak bola wanita seolah meredup. Apalagi pada Dinasti Qing (1644-1912) yang tak suka sepak bola. Bahkan, sepak bola wanita dilarang di negeri itu sepanjang kekuasaan Dinasti Qing. Para wanita China akhirnya bermain sepak bola secara sembunyi-sembunyi.

Sepak Bola Wanita

Baru pada tahun 1920, sepak bola wanita kembali dimainkan di China. Bahkan, beberapa sekolah sengaja mengadakan kurikulum sepak bola untuk wanita.

Di Eropa, sebenarnya sepak bola wanita juga mulai marak dimainkan oleh para wanita, seiring maraknya sepak bola modern. Namun, kegiatan kaum hawa itu kurang berkembang dan minim sambutan.

Pada tahun 1921, sebuah pertandingan sepak bola wanita digelar di Everton. Penontonnya membeludak, mencapai 53.000. Herannya, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) justru beraksi negatif. Seolah takut sepak bola pria kalah saing, para pejabat FA akhirnya mengeluarkan dekrit melarang sepak bola wanita. Dalam 34 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1955, Jerman dan Belanda juga menerapkan larangan untuk sepak bola wanita. Semua alasannya serupa: sepak bola tak cocok buat wanita.

Sepak bola wanita yang mulai menonjol pun, tenggelam seketika. Baru pada tahun 1970, ketiga negara Eropa itu membolehkan kembali olahraga sepak bola bagi wanita. Sejak itu, sepak bola wanita modern mulai berkembang dan pada tahun 1991 sudah ada Piala Dunia untuk wanita. Bahkan, beberapa klub akhirnya membentuk tim wanita dan mengadakan kompetisinya sendiri. | Sejarah Singkat Sepak Bola Wanita.

Thanks to :
http://nasional.kompas.com/read/2009/01/07/08100231/sepak.bola.wanita.berawal.tahun.25
http://www.tommiesports.com/ws/news/archives/2008/080913mde090_001.JPG
readmore »»  

Asal-muasal Kartu Merah dan Kuning Dalam Sepak Bola

Asal-muasal Kartu Merah dan Kuning Dalam Sepak Bola | APAKAH penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan di Piala Dunia 1970.
Namun, inspirasinya mmuncul pada Piala Dunia 1966. Pada perempat final antara tuan rumah Inggris lawan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.

Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.

Kartu Merah Kuning

Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Kn Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Sebab, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.

Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Sehingga, wasit tanpa harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat traffic light (lampu merah), dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Sedangkan kartu merah untuk sanksi berat dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.

Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 2017, kartu kuning dan merah untuk pertama kalinya digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan. Sehingga, kartu merah tak bisa "pamer diri" di Piala Dunia 1970.

Meski ide itu datang dari wasit Inggris, namun negeri itu tak serta-merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Karena kemudian wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain, maka penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.

Yang menarik, ide ini diadopsi cabang olahraga hoki. Bahkan, di cabang ini menggunakan tiga warna kartu, seperti traffic light: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.

Thanks to:
http://www.dalimunthe.com/2010/04/sejarah-kartu-merah-dan-kartu-kuning.html
http://i.dailymail.co.uk
readmore »»  

Rabu, 12 September 2012

Bola Ber-MicroChip

Bola berMicrochip

Bola Ber-MicroChip | Microchip Smartball atau dikenal juga dengan istilah bionic ball merupakan bola sepakbola yang telah dilengkapi dengan microchip di dalamnya. Microchip dirancang untuk dapat membantu wasit dalam memutuskan apakah bola telah masuk ke dalam gawang dan apakah bola telah keluar dari lapangan permainan. Microchip akan mengirimkan pesan sebagai tanda gol atau tanda bola keluar ke dalam jam tangan yang digunakan wasit dengan bantuan Goal Line Technology  yang berada di garis gawang dan garis keluar.


Dalam penerapannya, wasit tetap menjadi pemegang keputusan terakhir dalam mensahkan gol ataupun memutuskan bola telah keluar dari lapangan permainan. Wasit dapat saja memutuskan bola masuk atau tidak walaupun pesan yang disampaikan oleh microchip berbeda dengan keputusan yang ia ambil. Setiap pesan gol yang masuk ke dalam jam tangan wasit akan tersimpan di dalam memori jam tersebut. Dalam ajang resmi FIFA, penggunaan Microchip Smartball telah diselenggarkan dua kali yaitu pada ajang Piala Dunia U-17 2005 di Peru dan Piala Dunia Antarklub 2007 di Jepang.

Latar Belakang

Kehadiran Microchip Smartball dilatarbelakangi dengan kejadian – kejadian kontroversial di dalam pertandingan sepakbola. Keputusan wasit khususnya dalam mensahkan gol adalah keputusan yang krusial karena sangat menentukan hasil akhir pertandingan. Oleh karena itu, wasit harus dapat cermat dan teliti karena kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat memberi dampak negatif seperti aksi protes yang menjurus aksi anarkis ataupun kecaman pedas dari pemain, pelatih, suporter, pengamat sepakbola, ataupun media 2.

Wasit adalah manusia yang juga memiliki keterbatasan fisik dan dapat saja keliru dalam mengambil keputusan atau kita kenal dengan istilah human error. Untuk mengurangi atau mencegahnya, wasit memerlukan alat bantu atau teknologi yang dapat meningkatkan keakuratan dari keputusannya. (Senders & NATO, 1991). Oleh karena itu, munculah ide pembuatan teknologi microchip smartball yang memulai debutnya secara resmi oleh FIFA pada tahun 2005 3. Hal ini dianggap mendesak oleh berbagai pihak dikarenakan keputusan wasit yang kontroversial, khususnya dalam memutuskan apakah bola sudah masuk ke gawang atau belum, telah terjadi di berbagai belahan dunia.

Thanks to :
http://sugianto-industri.blogspot.com/2011/11/microchip-smartball.html
Lihat selengkapnya : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Microchip_Smartball
readmore »»  

Kamis, 09 Agustus 2012

Minimnya Prestasi Indonesia Di Dunia Sepak Bola

Tim nasional sepak bola Indonesia pernah memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis), namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepak bola Asia.

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara,Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.

Timnas Indonesia

Tim nasional Indonesia mengalami penurunan enam tingkat dalam daftar peringkat FIFA ke posisi 159. Ini merupakan rekor terburuk sepanjang sejarah persepakbolaan Indonesia.

Dalam peringkat terbaru FIFA per Agustus 2012, Spanyol dan Jerman mampu mempertahankan posisi mereka di posisi satu dan dua. Sementara Inggris naik satu posisi ke peringkat tiga menggeser Uruguay yang kini berada di peringkat empat.

Hasil buruk kembali harus diterima tim nasional Indonesia. Setelah mencetak rekor kekalahan terbesar sepanjang sejarah yakni 0-10 saat menghadapi Bahrain di babak kualifikasi Piala Dunia 2014, kini peringkat tim merah putih harus turun ke posisi 159. Hasil ini juga terburuk sepanjang sejarah timnas yang sebelumnya sempat menghuni posisi 153 dunia sebagai posisi terburuk.

Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Thailand, Vietnam, dan Filipina, kini harus rela disalip Malaysia yang kini berada di peringkat ke 157 dunia. Peringkat ini pun bisa terus menurun bila timnas terus meraih hasil buruk, dalam berbagai kejuaraan atau pertandingan persahabatan. 

Dan Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua pada tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.


sumber :

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/08/08/156990/Peringkat-Sepak-Bola-Indonesia-Melorot/14

http://id.wikipedia.org

image credit :
kepakgaruda.wordpress.com
kompas
readmore »»  

Senin, 30 Juli 2012

SpiderCam Pada Pertandingan Sepak Bola


SpiderCam Pada Pertandingan Sepak Bola | Amerika Serikat, SunduL.com – Video diatas merupakan cuplikan pertandingan El Clasico Real Madrid melawan Barcelona pada 17 April 2011. Melihat video tersebut sempat terpikirkah bagaimana cara kamera mengabadikan momen yang terjadi ?

Jawabanannya adalah teknologi SpiderCam, teknologi yang sudah dikembangkan di Amerika Serikat sejak tahun 1984. SpiderCam merupakan sebuah merek dagang.

SpiderCam adalah sistem yang memungkinkan kamera dapat bergerak baik secara vertikal maupun horizontal di daerah yang telah ditentukan. SpiderCam merupakan perangkat kamera yang mampu bergerak tanpa dibatasi oleh kendala di atas tanah. Kamera ini digerakkan oleh seorang operator.


Teknologi inilah yang membuat penonton menjadi lebih dekat sehingga bisa melihat pertandingan dari sisi yang berbeda.

Teknologi SpiderCam telah lama digunakan dalam pertandingan-pertandingan sepak bola. Selain teknologi SpiderCam, akhir-akhir ini International Football Association Board (IFAB) juga sedang mengembangkan teknologi garis gawang yang dapat membantu tugas wasit dalam menentukan terjadinya gol dalam pertandingan sepak bola. SpiderCam Pada Pertandingan Sepak Bola

http://www.sundul.com/video/video-teknologi-spidercam-pada-pertandingan-sepak-bola/#ixzz227WuLLT5
readmore »»  

Jumat, 06 Juli 2012

Daftar pesepakbola tercepat versi FIFA

Daftar pesepakbola tercepat versi FIFA | Kecepatan lari pada olahraga sepakbola merupakan hal yang sangat penting. Unggul dalam hal berlari, artinya seorang pesepakbola mampu melakukan banyak hal, seperti over lapping, atau solo run meninggalkan para lawan-lawannya. Berikut adalah Daftar pesepakbola tercepat versi FIFA :

Ranking Negara pelari tercepat Dunia 2011
1.Spanyol 60,17 KM/JAM (D.Villa/Barcelona)

2.Meksiko 56,17 KM/JAM (Hernandez/Manchester United)

3.Indonesia 55,19 KM/JAM (Andik V/Persebaya 1927)
The Fastest Soccer Player
4.Amerika S 53,12 KM/JAM (I.Donovan/LA Galaxy)

5.Malaysia 49,17 KM/JAM (Baddrol Bachtiar/Wigan Ath (seleksi pinjaman))

6.Belanda 45,143 KM/JAM (V.Persie/Arsenal)
7.Portugal 45,092 KM/JAM (C.Ronaldo/Real Madrid)
8.Inggris 45,017 KM/JAM (A.Young/Manchester United)
9.Jepang 44,983 KM/JAM (Keisuke Honda/CSKA Moskow)
10.Jerman 43,67 KM/JAM (Mario Gotze/B.Dortmund)

sedangkan versi yang lain menyebutkan sebagai berikut:

Thierry Henry (New York Red Bulls/Prancis)

Pemain yang pernah memperkuat Arsenal dan Barcelona ini adalah jawara pemain tercepat saat ini. Henry dapat melesat mencapai top speed 10,96 meter per detik.

Cristiano Ronaldo (Real Madrid/Portugal)

Pemain termahal di dunia ini dapat berlari dengan kecepatan 10,43 meter per detik. Inilah yang menjadi kunci kekuatan CR7 dalam menaklukan lawannya selain teknik dribelnya yang sempurna.

Theo Walcott (Arsenal/Inggris)

Pemain termuda yang dibawa Sven Goran Eriksson saat Piala Dunia 2006 ini mampu berlari dengan kecepatan 10,42 meter per detik untuk meninggalkan lawan-lawannya.

Gabriel Agbonlahor (Aston Villa/Inggris)

Pemain muda asal Inggris ini dapat mencapai top speed 10,41 meter per detik saat berlari.

Gareth Bale (Tottenham Hotspur/Wales)

Winger paling sensasional musim ini mampu berlari dengan kecepatan 10,23 meter per detik. Dalam beberapa pertandingan di musim ini, kelebihannya itu berkali-kali mampu menghancurkan pertahanan lawan-lawan yang merupakan klub-klub besar di Eropa.


readmore »»  

Sabtu, 09 Juni 2012

10 Juni 1943 : Italia Juara Piala Dunia

10 Juni 1943 : Italia Juara Piala Dunia

10 Juni 1943 : Italia Juara Piala Dunia. Hari ini 10 juni 1943. Italia dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934, turnamen ini diikuti oleh 16 Timnas dari berbagai benua. Dimulai pada tanggal 20 Mei 1934 sampai 10 Juni1934.

10 Juni 1943 : Italia Juara Piala Dunia

Italia begitu bernafsu ingin menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 1934, sampai-sampai FIFA harus mengadakan kongres hingga 8 kali. Berkat dukungan Benito Mussolini, Italia tidak mendapatkan kesulitan dalam finansial.Setelah mengalahkan Amerikat Serikat dengan skor 7-1, mereka pun terus menuai kemenangan. Sampai Puncaknya, Italia lolos ke Babak Final melawan Cekoslowakia. Cekoslowakia lebih dulu dari lewat gol dari Antonit Puc, Italia disepanajang saat babak pertama kesulitan untuk membongkar pertahanan yang di galang oleh Josef Ctyroky dan Ladislav Zenisek. Baru pada babak kedua, Italia Mampu menyamakan skor lewat gol dari Raimondo Orsi. Italia mengubah kedudukan menjadi 2-1 berkat gol dari Angelo Schiavio di menit 95. Hingga peluit tanda pertandingan selesai, kedudukan tidak berubah, dan akhirnya Italia menjuarai Piala Dunia 1934 setelah mengalahkan Cekoslowakia 2 – 1.


http://www.uniknya.com
readmore »»