Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

Kronum : Olahraga Terbaru Gabungan Basket, Bola dan Voli


Kronum adalah sebuah olahraga terbaru campuran sepak bola, basket dan bola tangan yang telah di kembangkan dan mulai popular pada tahun 2008 di Pennyslvania, Amerika Serikat. Kronum, itulah sebutan olahraga yang di temukan oleh Bill Gibson. Walaupun masih terbilang baru tetapi olahraga tersebut akan di prediksi menjadi salah satu olahraga popular.

Cara bermain

Kronum di mainkan oleh 2 tim di sebuah lapangan rumput yang berdiameter 70 yard. Lapangan tersebut kemudian di bagi menjadi 4 kuadran dan ada sebuah gawang(chamber) di setiap kuadrannya. 
Kronum di mainkan oleh 2 tim dan setiap tim beranggotakan 10 orang pemain. Permainan ini dibagi menjadi 3 buah babak yang setiap babaknya memiliki waktu 20 menit. Pemenang dalam kronum di tentukan berdasarkan perolehan skor tim terbanyak. Rata-rata skor untuk sebuah permainan bisa mencapai 60-120 poin.

Posisi Pemain

Posisi pemain di dalam kronum itu sendiri di di bagi menjadi 3 yaitu :
Crosser adalah pemain yang mempunyai posisi di cross zone yang bertugas layaknya seorang point guard dalam permainan bola basket. Membagi bola kepada rekan timnya yang berada dalam posisi gampang untuk membuahkan gol. Crosser pada setiap tim berjumlah 2 orang
Ranger adalah pemain yang mempunyai posisi di Flex zone. Mereka bias memasuki zona lain untuk membantu pertahanan atau pun mencetak gol, tapi rata-rama mereka lebih focus untuk membuat gol dari Flex zone ataupun Cross Zone. Wedge back berperan layaknya seorang kiper dalam permainan sepak bola pemain yang bertugas bertahan di wedge zone agar dapat menghalau bola yang di lancarkan oleh tim lawan supaya tidak dapat membuahkan gol.

Sistem Skor

Skor dalam permainan ini bernilai beragam tergantung dari zona mana point itu di cetak.

Goal zone mendapatkan skor 1 poin.
Wedge zone mendapatkan skor 2 poin.
Flex Zone mendapatkan skor 3 poin.
Cross Zone mendapatkan skor 4 poin.
Penalty mendapatkan skor 3 poin,
Tetapi skor akan menjadi double jika bola di masukkan melalui lingkaran berdiameter 50cm yang berada di atas chamber atau biasa di sebut dengan Crown Ring. Jika ada yang bisa memasukan bola dari Cross Zone ke dalam Crown Ring maka akan mendapat skor 8 poin, dan akan di sebut sebagai “Kronum”

Tim
Sampai saat ini hanya ada 6 buah tim yang terbentuk. Tim-tim tersebut berasal dari Amerika dan ikut turut ambil bagian dalam pertandingan- pertandingan yang diadakan. Nama ke 6 tim tersebut adalah :
1. Jet Sets
2. Night Owls
3. Nimble Jacks
4. Throwbacks
5. Urban Legends
6. Work Horses

VIDEO

readmore »»  

Selasa, 11 Desember 2012

10 Nama Unik Pemain Sepakbola Dunia

Seringkali kita melihat nama pesepakbola yang terdengar aneh atau unik di mata kita, aneh bukan dalam arti negatif tetapi di luar kebiasaan nama pada umumnya.

 

Bermacam-macam nama yang dipilih oleh pemain untuk dipasang di kostum, dan berikut ini 10 nama pemain yang unik versi whoateallthepies.tv :

10. Hulk
Striker Zenit asal Brazil ini memiliki nama asli Givanildo Vieira de Souza. Memilih nama Hulk karena terinspirasi dari tokoh komik yang memiliki kekuatan super. 

9. Danny Invincible
Striker klub Kilmarnock asal Australia ini memiliki nama asli Danny Invincibile, tetapi dirinya memilih memakai nama Invincible pada kostumnya yang memiliki arti “tak terkalahkan”.

8. Quim
Kiper Benfica ini memiliki nama asli Joaquim Manuel Sampaio da Silva. Memilih nama yang simple dari penggalan nama pertamanya. Dan fans Benfica menilai nama tersebut terdengar seperti kekanak-kanakan.

7. John Nutter
Bek Gillingham asal Inggris ini memiliki nama asli John Robert William Nutter. Dalam bahasa slank, Nutter memiliki arti “orang gila”. 

6. Ricardo Magno Virtuoso
Gelandang Brazil yang saat ini belum memiliki klub pasca dilepas klub Liga Amerika, Columbus Crew ini mempunyai nama asli Ricardo Guara.
Nama Virtuoso terdengar seperti nama di dunia maya (virtual), hal yang menyebabkan dirinya sulit mencari pekerjaan.

5. Zoltan Kiss
Nama gelandang Hungaria asal klub Debreceni ini terdengar seperti nama kamp penjahat dalam salah satu film James Bond, A View to a Kill.

4. Frank Awanka
Pemain yang bermain di salah satu klub Luxemburg ini memiliki nama yang sangat puitis.

3. Vagner Love
Striker Brazil yang saat ini bermain untuk Palmeiras dalam masa pinjaman ini memiliki nama asli Vágner Silva de Souza. Mungkin dengan menambahkan kata “love”, dirinya berharap bisa dicintai oleh fans dan juga manager timnya bermain.

2. Waldo Ponce
Bek asal Chili yang memiliki nama Waldo Alonso Ponce Carrizo dan bermain untuk klub Universidad Católica ini namanya terdengar seperti kata yang sering diucapkan oleh anak balita.

1. Johnny Moustache
Di Jakarta banyak kita lihat, warung kaki lima yang menggunakan nama “kumis” (Moustache), tetapi pemain asal kepulauan Seychelles ini memang memiliki nama yang mengingatkan kita akan teman dari serial kartun Billy The Fish.

readmore »»  

Minggu, 09 Desember 2012

10 Pemain Bertahan Terbaik di Sepakbola

Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol. Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,

Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

10. Daniel Passarella (Argentina)
Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini. Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.
Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate.

9. Giacinto Facchetti (Italia)
Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.
Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100.

8. Lothar Matthaus (Jerman)
Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya.
Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg.

7. Fabio Cannavaro (Italia)
Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A.

6. Roberto Carlos (Brasil)
Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan, termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.
Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.

5. Lilian Thuram (Prancis)
Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

4. Franco Baresi (Italia)
Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.

3. Bobby Moore (Inggris)
Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.
Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

2. Paolo Maldini (Italia)
Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.
Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.

1. Franz Beckenbauer (Jerman)
Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada “Sang Kaisar”. Buktinya, banyak pemain yang merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya di lapangan sangat elegan.

Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.

readmore »»  

Sabtu, 28 Juli 2012

7 Fakta Menarik Tentang Liga Inggris ( EPL )






Ihsan Magazine - Liga Inggris kasta teratas, Premier League, atau juga disebut Premiership, berada dalam formatnya seperti saat ini sejak 1992. Jika seluruh data pertandingan dan klasemen sejak tahun 1992 dikumpulkan jadi satu dan dijadikan statistik, siapakah tim yang paling pintar?
Tergantung, apa ukurannya? Gol terbanyak? Kemenangan tersering? Juara paling sering? Tidak pernah kalah terpanjang? Poin rata-rata tertinggi tiap musim? Keikutsertaan paling sering sejak 1992. Apa?
Inilah data sejak 1992/93 sampai dengan musim berakhirnya 2011/12: 


1.Kemenangan tersering: Manchester United (MU) 500 kali, disusul Arsenal 415, Chelsea 401, dan Liverpool 380. 


2.Juara liga paling sering: MU 12, Arsenal 3, Chelsea 3, Blackburn Rovers 1, Manchester City 1.


3.Poin tertinggi sampai hari ini, sama seperti kemenangan tersering di atas: MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool.


4.Hanya ada 7 tim yang terus menerus bisa bertahan di liga kasta teratas ini sejak 1992, atau 20 musim, tak pernah terdegradasi ke kasta berikutnya, yakni empat tim elit MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool, plus Aston Villa, Tottenham Hotspur, dan Everton. Manchester City yang juara musim lalu saja hanya bermain 15 kali di liga ini. Sementara Aston Villa musim lalu nyaris terdegradasi ke kasta berikutnya.


5.Dari 7 tim yang selalu berada di Premier League itu, siapakah raja draw? Aston Villa!Mereka mencatat 240 draw sejak 1992, tertinggi dibandingkan tim mana pun. Sebagai perbandingan MU hanya 163 kali draw dalam 20 musim, Arsenal 204. Pesaing terdekat raja draw adalah Everton dengan 218 kali, menyusul Hotspur dan Arsenal dengan 204 kali.


6.Dari 7 serangkai itu siapakah tim yang kebobolan paling banyak? Apakah tim terbawah dari tujuh serangkai itu, yakni Everton? Bukan. Tim terbanyak kebobolan secara jumlah adalah Tottenham Hotspur dengan 1020 gol, padahal Spurs hanya 1072 kali menjebol gawang lawan. Perbandingan gol memasukkan dan kemasukan 6 tim elit lainnya adalah sbb: MU 1541-660, Arsenal 1345-717, Chelsea 1282-741, Liverpool 1236-753, Aston Villa 973-923, Spurs 1072-1020, dan Everton 974-979.


7.Di antara 7 tim itu, selisih gol terbaik dimiliki oleh MU, tentu saja, dengan +881. Selisih gol terjelek adalah Everton dengan -5, disusul Spurs +52 dan Aston Villa +50.


Jadi tidaklah salah kalau kamu menjadi fans MU sebab merekalah klub paling sukses dalam 20 tahun terakhir . Menjadi fans 3 tim elit lainnya: Arsenal, Chelsea, dan Liverpool juga masih bisa diterima. Bahkan juga menjadi penggemar Aston Villa, Spurs, dan Everton sebab mereka mampu bertahan selama 20 musim, sepanjang umur Premier League itu sendiri. 
readmore »»